Nyasar di pantai pelawangan, Pulau Sempu Malang Selatan

· G7, Travelling
Authors

                                                                                                                                                                                                                     (Sogo Foto)

 

 

Jumat siang sehabis jumatan, 16 orang dari jurusan Geodesi (sekarang Geomatika) ITS terdiri dari 14 orang angkatan 2005 dan 2 orang angkatan 2006 berkumpul di Jurusan. Kita semua rencananya akan pergi ke Pulau Sempu naik motor. Dasar apes, saya kebagian bawa carrier berat yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, mie dll. Padahal saya rencanakan sama teman saya Hanif hanya bawa satu ransel untuk dua orang, hahahaha.

Akhirnya sore itu kita berangkat juga beriringan ke Pulau Sempu dipandu oleh teman-teman yang sudah pernah kesana. Dari Surabaya ke Pulau Sempu ditempuh dalam waktu 5 jam-an. Tentunya campur dengan waktu istirahat juga. Sebelum kesana kita juga sempat beli air mineral banyak untuk kebutuhan minum selama di Pulau Sempu. Katanya tidak ada air bersih disana. Jam 9 malam, akhirnya kita sampai juga di Sendang Biru, tempat pemberangkatan ke Pulau Sempu. Karena kemalaman, kami memutuskan untuk memasang tenda disekitar pantai untuk istirahat melepas lelah menunggu pagi datang.

Menunggu pagi di pantai sendang biru

Perjalanan ke pulau sempu dengan perahu

Keesokan harinya, hari Sabtu setelah menitipkan motor di tempat penduduk dan sewa perahu akhirnya kami disebrangkan ke Pulau Sempu. Sebetulnya tujuan kita ke Pulau ini adalah menuju pantai panjang. Tapi ketika berjalan kearahsana, teman-teman yang sudah pernah kesini lupa jalanya kerah mana karena jalanya bercabang. Akhirnya kami pun memilih salah satu jalur tersebut. Setelah 45 menit berjalan kami menyadari bahwa kami telah tersesat. Setelah capek berjalan akhirnya akhirnya kita sampai juga di suatu tempat yang sepi seakan pantai milik kita sendiri. Ternyata pantai tersebut bernama pantai pelawangan. Bentuknya tidak langsung menghadap Samudera Hindia tetapi terhalang oleh tebing sehingga ombaknya tidak terlalu besar. Disini teman-teman bisa berenang dan foto-foto tentunya. Disini kita dibagi ada yang bagian masak. Makanan dibagi rata dan diirit dikarenakan persediaan yang menipis.

Suasana pantai yang terlindung tebing

Ombak bergulung-gulung di pantai pelawangan

Malam harinya teman-tema ada yang membakar api unggun ada yang berkeliling pantai dan ada pula yang berdua menyendiri. Setelah puas menjelajahi pantai di malam hari akhirnya kami istirahat karena capek.

Kenangan menjelang pulang

Hari minggu pagi setelah makan mie instant saja setelah persediaan beras habis kami meninggalkan pantai pelawangan dengan kesan yang sangat indah. Lumayan untuk melepas penat, maklum waktu itu adalah pada saat menerjakan Tugas Akhir. Kami melewati rute yang sama dengan waktu keberangkatan. Setelah menunggu perahu penjemput akhirnya kami dkembalikan lagi ke Pulau Jawa. Perjalanan selanjutnya adalah menuju Surabaya dan mampir makan dulu di Malang karena didera lapar yang sangat setelah kehabisan makanan.

*Laut Jawa, Desember 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: